Skip to content
Home » Berita » Institut Lamaddukelleng Kembali Meyudisium 15 Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum

Institut Lamaddukelleng Kembali Meyudisium 15 Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum

HUMAS– Institut Lamaddukelleng kembali meyudisum 15 mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum. Itu setelah dilaksanakan ujian skripsi Tahun Akademik 2026 yang berlangsung di Kampus Ungu Lamaddukelleng, Jl. Bosowa Utara No. 1 Palaguna, Sengkang, Minggu, 28 Juni 2026.

Selain meyudisium 15 mahasiswa Prodi Ilmu Hukum, juga 3 lainnya yang telah mengikuti ujian proposal dinyatakan lulus untuk melanjutkan penelitian sebagai syarat skripsi.

Kegiatan yudisium ini, dipandu oleh Sekretaris LP2M, Martono, S.H., M.H., sebagai Master Of Ceremony. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama mahasiswa yang dinyatakan lulus ujian skripsi oleh Ketua Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum, Yustiana, S.H., M.H., dan selanjutnya yang dinyatakan lulus ujian skripsi berhak diyudisium sebagai mahasiswa yang telah sah dan berhak menyandang gelar sarjana hukum.

Ketua Program Studi Ilmu Hukum, Yustiana, S.H., M.H., mengungkapkan, untuk ujian proposal pada gelombang berikutnya masih ada 17 mahasiswa yang akan mengikuti ujian proposal. “Kiranya seluruh persyaratan dan kelengkapan berkas segera dirampungkan hingga tanggal 30 Juli 2026,” ujar Yustiana, saat memberikan penyampaian dan arahan usai pelaksanaan Prosesi Yudisium di Aula Sipakatau Lt. II Kampus Ungu Lamaddukelleng.

Adapun Prosesi yudisum yang berlangsung haru biru itu, dipimpin langsung oleh Wakil Rektor (Warek) I Institut Lamaddukelleng, Ismail Ali, S.H., M.H. Wajah-wajah sumringah, penuh kegembiraan berhias haru terlihat di wajah para yudisium.

Dalam sambutannya, Mewakili Rektor Institut Lamaddukelleng, Prof. Dr. H. Siardin Andi Djemma, M.Si, Warek I Ismail Ali, mengatakan, sore ini adalah merupakan momen membahagiakan, saat-saat di mana saudara (para yuidisum) tidak bisa melupakan momen ini.

“Apa yang saudara capai hari ini, merupakan hasil perjuangan panjang. Sampai sore ini, semua pengorbanan, hari-hari perjuangan dan panjang sebagai mahasiswa sudah terbayar dengan gelar sarjana hukum. Apa yang saudara capai memang tidak bisa dipungkiri, dibalik upaya maksimal, ada doa dan dukungan dari orang tua,” ujar akademisi Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) ini.

Dikatakan, meskipun sudah menjadi sarjana, yang pertama bahwa ilmu hukum yang digeluti adalah ilmu yang selalu berkembang secara dinamis. “Apabila tidak mengupdate ilmu saudara, maka tentu akan tertinggal,” ujar Ismail Ali.

Dan yang terpenting juga yang perlu diperhatikan, ke depan, seorang sarjana akan diuji oleh oleh masyarakat. Seyogyanya, sebagai sarjana tidak hanya sebagai penonton, tapi mampu mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Belajar itu adalah sebuah kewajiban kita semua, berhenti belajar adalah pemilik masa lalu. Yang terus menimba ilmu adalah pemilik masa depan,” pungkasnya.

Tak lupa pula, Ismail Ali, mengingatkan, sebagai alumni Kampus Ungu, senantiasa membawa diri citra baik kampus. Bahwa kalian adalah bagian dari keluar besar Kampus Ungu Lamaddukelleng. Tentunya, citra baik akan berdampak langsung maupun tidak langsung, pun sebaliknya.

“Semoga nantinya ilmu yang diperoleh, bisa berguna bagi bangsa dan negara. Tidak lupa, kami juga menitip salam kepada keluarga dan orang tua, yang telah memberikan kepercayaan kepada kami, di mana saudara saudara menuntut ilmu di Kampus Ungu Lamaddukelleng,” ucapnya.

Dipenghujung sambutannya, Ismail Ali, mengingatkan, jangan pernah lelah menjadi orang baik, dunia ini membutuhkan orang baik. Merekayasa pola pikir yang masih kurang bagus, itulah salah satu tujuan pendidikan. “Jangan lupa bersimpuh kepada orang tua, yang setiap waktu memberi dukungan dan doa,” tutupnya.(*)

Leave a Reply

Institut Lamaddukelleng @ 2025