
HUMAS — Institut Ilmu Hukum & Ekonomi (IIHE) Lamaddukelleng Sengkang melalui Panitia Pelaksana Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan V Tahun Akademik 2026/2027 menggelar Seminar Laporan KKN dan Benchmarking, di Aula Sipakatau, Kampus Ungu Lamaddukelleng, Kamis, 8 Oktober 2026.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng, Prof. Dr. H. Siardin Andi Djemma, M.Si. Dalam sambutannya, rektor menyampaikan bahwa kegiatan ini bagian penting dalam proses evaluasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan KKN.
“Saya baru saja mengikuti seminar di ruang Pola Kantor Bupati Wajo, di sana dibahas tentang peran penting mahasiswa dan pemuda demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Prof. Siardin dihadapan peserta seminar Seminar Laporan KKN dan Benchmarking Institut Lamaddukelleng.

Dikatakan, KKN Angkatan V ini, menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa dan generasi muda, akan bersentuhan langsung dengan sendi kehidupan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan Ketua LP2M Institut Lamaddukelleng, Dr. Andi Yuniati, S.E., M.Si.
Sementara itu, Wakil Rektor I, Ismail Ali S.H., M.H. dalam kesempatan memberikan tanggapan dan masukan, menegaskan, jika seminar yang dilaksanakan hari ini tidak sekadar formalitas semata, tapi menjadi ruang pertanggungjawaban, dan menjadi bukti nyata pengimplementasian ilmu yang didapatkan.
Selain itu, diharapkan mahasiswa memiliki wawasan yang luas. “Alhamdulillah, semua program kerja mahasiswa yang melaksanakan KKN terealisasi 100 persen. Dimana pelaksanaan KKN dilanjutkan dengan kegiatan benchmarking. Untuk masukan ke depannya, agar lebih meningkatkan koordinasi dan komunikasi. Karena seyogyanya hambatan eksternal dan internal selalu ada, yang tentunya membutuhkan koordinasi dan komunikasi,” pungkas Ismail Ali.
Evaluasi ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan program KKN memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di lokasi pengabdian.
Ketua Panitia KKN Institut Lamaddukelleng, Dr. Drs. H. Ahmad Muktamar B, M.A., M.M., menyampaikan bahwa seminar diikuti oleh masing-masing Posko KKN untuk mempresentasikan hasil pelaksanaan program kerja selama berada di lokasi pengabdian.
“Selain menjadi ruang evaluasi, kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai sarana berbagi pengalaman serta penguatan praktik-praktik baik yang dapat dikembangkan pada pelaksanaan program berikutnya,” ujar H. Ahmad Muktamar.
Dalam presentasi laporan, setiap posko telah menyampaikan sejumlah aspek utama, mulai dari program kerja yang telah ditetapkan, realisasi program, tingkat ketercapaian, kendala yang dihadapi, solusi yang telah dilakukan, hingga rekomendasi dan rencana tindak lanjut.
Dokumentasi pelaksanaan kegiatan juga menjadi bagian dari materi laporan yang dipresentasikan. Seminar laporan tersebut sekaligus diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk melihat kembali capaian program secara objektif: apa yang telah berhasil dilaksanakan, apa yang belum tercapai, kendala yang muncul di lapangan, serta langkah perbaikan yang perlu dilakukan ke depan.
Dengan demikian, KKN tidak berhenti pada pelaksanaan program di lapangan, tetapi berlanjut pada proses refleksi, evaluasi, pembelajaran, dan pengembangan program yang lebih baik.
Panitia Pelaksana KKN Angkatan V berharap Seminar Laporan KKN dan Benchmarking dapat berlangsung secara terbuka, konstruktif, dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelaksanaan KKN Institut Lamaddukelleng pada masa mendatang.(humas)

