Skip to content
Home » Berita » Porsema 2026, Warek II Semangati Mahasiswa untuk Terus Belajar dan Berkarya

Porsema 2026, Warek II Semangati Mahasiswa untuk Terus Belajar dan Berkarya

Wakil Rektor II, Ir. H. Andi Sederhana, MP : “Keterbatasan bukanlah penghalang selama semangat keadilan dan sportivitas dijunjung tinggi”.

HUMAS — Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa (Porsema) 2026 Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi (IIHE) Lamaddukelleng resmi digelar sebagai ajang pengembangan bakat, minat, dan karakter mahasiswa.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh pimpinan Perguruan Tinggi yang menekankan pentingnya semangat sportivitas, kreativitas, serta kontribusi nyata mahasiswa bagi kemajuan institusi.

Wakil Rektor (Warek) II, Ir. H. Andi Sederhana, MP, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Presiden BEM dan seluruh organisasi kemahasiswaan Institut Lamaddukelleng. Ia menekankan pentingnya kebersamaan, interaksi, dan permakluman dalam membangun kemajuan bersama.

“Porsema adalah penyemangat. Terus belajar. Tunjukkan karyamu, berkarya lebih luas, dan jadikan ini titik start untuk mengembangkan hal-hal baik ke depan,” ujar mantan Kadis Pertanian Pemkab Wajo ini, sekaligus membuka secara resmi kegiatan Porsema 2026 IIHE Lamaddukelleng, Sabtu, 24 Januari 2026 di Aula Sipakatau Lt. II Kampus Ungu Lamaddukelleng.

Ia juga menekankan nilai-nilai budaya lokal seperti sipakatau, sipakalebbi, kejujuran, dan sportivitas yang harus tercermin dalam setiap cabang lomba olahraga dan seni.

Menurutnya, keterbatasan bukanlah penghalang selama semangat keadilan dan sportivitas dijunjung tinggi.

Mengakhiri sambutannya, Warek II, Ir. H. Andi Sederhana, MP, menyampaikan terima kasih atas upaya tulus seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap Porsema 2026 dapat membawa keharuman nama institut, menjadi amal bernilai ibadah, serta melahirkan pribadi-pribadi mahasiswa yang sukses dan berkarakter.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan, Muzakkir, S.Pd, M.Si, Ph.D, menegaskan, pentingnya kolaborasi dan inovasi kegiatan kemahasiswaan. Ia mendorong adanya kegiatan kreatif yang dapat menggaet calon mahasiswa baru, seperti festival film pendek yang bekerja sama dengan berbagai pihak khususnya siswa-siswi SMA/SMK sederajat, termasuk SILK Film Festival dan UNESCO.

“Prestasi akademik harus berjalan beriringan dengan keterampilan. Tanpa skill, kita tidak bisa bersaing. Banyak potensi yang bisa diangkat, termasuk karya film yang bernilai budaya dan prestasi,” ungkapnya, sembari menyinggung karya bertema Air Mata di Danau Tempe, sebuah film yang akan dirilis dengan kekuatan narasi lokal.

Ditambahkan, tokoh seniman Wajo ini, UNESCO mengundang Perkumpulan Silk Film Festival stakeholder Badan Perfilman Indonesia Cq. Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng atas keberhasilan film pendeknya Toga untuk Untuk Intan karya Zdatumiko. “UNESCO menyampaikan pengusulan proposal Perlindungan Seniman Lokal,” ungkap Muzakkir.

Ketua Panitia Porsema 2026, Suparman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat. Ia mengucapkan terima kasih atas loyalitas dan kerja keras yang telah ditunjukkan tanpa mengenal lelah demi suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa, Aswar, menegaskan bahwa Porsema 2026 merupakan kegiatan pertama dalam masa kepengurusan BEM yang dinahkodainya, sekaligus menjadi program wajib bagi setiap kepengurusan. Menurutnya, Porsema tidak hanya melibatkan pengurus organisasi kemahasiswaan, tetapi juga terbuka bagi seluruh mahasiswa yang ingin berpartisipasi secara langsung.

“Porsema menjadi ruang untuk pengembangan kampus. Jika terdapat kendala, penanggung jawab lomba diharapkan dapat menunaikan tanggung jawabnya dengan baik. Kita sudah naik satu tingkat setelah ujian akhir semester, sehingga setiap kesempatan harus dimaksimalkan,” ujar Aswar.

Ia berharap Porsema dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi pengembangan bakat dan minat mahasiswa agar terus maju dan konsisten terhadap nilai serta cita-cita yang diyakini.(*)

Leave a Reply

Institut Lamaddukelleng @ 2025