Skip to content
Home » Berita » UAS Ganjil Institut Lamaddukelleng Resmi Dimulai, LPM : Instrument Penting Dalam Mengukur Capaian Pembelajaran

UAS Ganjil Institut Lamaddukelleng Resmi Dimulai, LPM : Instrument Penting Dalam Mengukur Capaian Pembelajaran

HUMAS — Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng resmi memulai pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 pada Senin, 12 Januari 2026. Ujian ini diharapkan dapat berlangsung dengan lancar, tertib, serta sesuai dengan ketentuan akademik yang telah ditetapkan.

Rektor Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi (IIHE) Lamaddukelleng, Prof. Dr. H. Siardin Andi Djemma, M.Si, turun langsung memantau jalannya UAS.

Sebagaimana dilansir sebelumnya, UAS Semester Ganjil dilaksanakan pada tanggal 12–19 Januari 2026, dengan pengaturan dua sesi ujian, untuk Program Studi Manajemen dan Bisnis Digital (12-15 Januari), dan Program studi Ilmu Hukum (16-19 Januari 2026).

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Lamaddukelleng, Dr. Drs. H. Ahmad Muktamar B, M.A., M.M., yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia UAS Ganjil, menegaskan bahwa UAS merupakan instrumen penting dalam mengukur capaian pembelajaran mahasiswa selama satu semester.

“Pelaksanaan UAS ini menjadi bagian dari evaluasi akademik yang sangat menentukan kualitas proses pembelajaran. Oleh karena itu, kami berharap seluruh rangkaian ujian dapat berjalan dengan baik, aman, dan kondusif,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh peserta ujian agar mengikuti UAS dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi kejujuran, serta mematuhi seluruh tata tertib yang berlaku. Kepada para pengawas dan panitia, ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja sama dalam mempersiapkan serta mengawal jalannya ujian.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan pengawas yang telah bekerja maksimal demi kelancaran pelaksanaan UAS ini,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Panitia Ujian, Fuji Pratiwi, S.E., M.M., mengungkapkan, jumlah peserta UAS Ganjil pada beberapa program studi. “Untuk Program Studi Manajemen tercatat sebanyak 83 mahasiswa, sedangkan Program Studi Bisnis Digital diikuti oleh 47 mahasiswa,” ungkap Fuji Pratiwi.

Dengan pelaksanaan UAS Ganjil ini, diharapkan hasil evaluasi yang diperoleh dapat menjadi dasar peningkatan mutu pendidikan dan penguatan kualitas akademik di Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng.(*)

Berikut beberapa moment pelaksanaan dan pengawasan UAS di Kampus Ungu :

Leave a Reply

Institut Lamaddukelleng @ 2025