
HUMAS– Pembukaan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng berlangsung di Aula Sipakatau Lt. II ‘Kampus Ungu’, Selasa, 21 Juli 2026.
Agenda akademik tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I, Ismail Ali, S.H., M.H., mewakili Rektor Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng, Prof. Dr. H. Siardin Andi Djemma, M.Si, yang mana telah memberikan mandat untuk membuka kegiatan tersebut.
Sebelum kegiatan dibuka, dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Institut Lamaddukelleng, selanjutnya pembacaan doa dipimpin oleh gurutta, Dr. H. Baharuddin Ballutaris, M.Ag.
Kegiatan pembekalan tersebut dihadiri oleh Rektor Institut Lamaddukelleng, Prof. Dr. H. Siardin Andi Djemma, M.Si, Wakil Rektor III, Dr. Andi Bau Mallarangeng, S.H., M.H., Wakil Ketua Panitia KKN, Martono, S.H., M.H., Kepala Tata Usaha, Kori Hartono, Kepala Perpustakaan Muzakkir S.Pd, M.Si, PH.d, Kabag Humas Sulaeman Sagoni, S.H., M.Si, M.H. dan sejumlah dosen Drs. H. Baso Harun M.Si, Syahida, S.E., M.Si, dan Siti Maryam S.E., M.Si.
Dalam sambutannya, Warek I Ismail Ali, S.H., M.H., mengatakan,Kuliah Kerja Nyata (KKN) sesungguhnya merupakan intra kurikuler melalui pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan Pembekalan KKN yang dilaksanakan hari ini, bertujuan untuk memberikan pemahaman, tentang kesiapan peserta KKN dilokasi nantinya, tentang apa saja yang dibutuhkan. Diharapkan kepada seluruh peserta KKN dapat memanfaatkan pembekalan ini dilokasi, melakukan proses dialog,” tandas akademisi alumni Unversitas Hasanuddin ini.
Selain itu, diingatkan, sebagai duta kampus, maka pandai-pandailah menempatkan diri di lapangan. “Apapun yang saudara lakukan di lapangan, itu pasti dan memang pasti berdampak langsung maupun tidak langsung,” ujar Ismail Ali.
Berkegiatan positiflah di posko masing-masing. “Jas almamater yang saudara pakai, merupakan cerminan untuk menjaga nama baik Institusi dan Almamater. Jaga citra dan nama baik di lapangan,” ucap Ismail Ali, seraya menyampaikan terima kasih kepada panitia KKN TA 2026/2027, yang sudah melakukan banyak hal.
“Semoga Berjalan sukses dan lancar. Dan untuk para dosen pembimbing lapangan, yang tugasnya selain pengajaran merupakan bagian dari sebuah pengabdian masyarakat, dan segenap civitas akademik untuk selalu bersinergi, memberikan sesuatu yang berguna untuk ilmu pengetahuan bagi masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana KKN Institut Lamaddukelleng, TA 2026/2027, Dr. Drs. H. Ahmad Muktamar B, M.A., M.M., mengatakan, Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menempatkan mahasiswa sebagai agen pembelajaran, pemberdayaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi wahana bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kemanusian dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” cetusnya.
Sejalan dengan semangat tersebutm KKN Angkatan V Tahun Akademik 2026/2027 mengusung tema : “Dari Kampus untuk Masyarakat ; belajar bersama, berkarya nyata, mengabdi berdampak.”
Mahasiswa Institut Lamaddukelleng akan melaksanakan KKN di Kabupaten Wajo yang meliputi 15 desa/kelurahan yakni Kec. Majauleng sebanyak 6 desa/kelurahan dan Kecamatan Sajoanging sebanyak 9 desa/kelurahan.
Sementara pelaksanaan pembekalan berlangsung selama 5 (lima) hari, yaitu pada 21 sampai dengan 25 Juli 2026. Selama periode tersebut mahasiswa juga akan mengikuti kegiatan pengabdian Kampus yang dilaksanakan secara simultan pada 22 sampai dengan 24 Juli 2026 sebagai bagian dari pembentukan karakter, penguatan budaya akademik, peningkatan kedisiplinan, kepemimpinan, kerjasama, serta kepedulian terhadap lingkungan kampus sebagai bekal sebelum terjun ke masyarakat.
Untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan KKN, Institut Lamaddukelleng telah menugaskan 36 (tiga puluh enam) Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan mendampingi, membimbing, memonitor dan mengevaluasi mahasiswa selama pelaksanaan kegiatan. Selain itu, pembekalan akan disampaikan oleh 13 (tiga belas) narasumber yang berasal dari unsur pimpinan institusi, LP2M, akademisi, serta praktisi sesuai keahlian masing-masing.(*)
