Skip to content
Home » Berita » Masyarakat Adalah Laboratorium Ilmu yang Sesungguhnya, dari Prosesi Ujian Proposal dan Skripsi

Masyarakat Adalah Laboratorium Ilmu yang Sesungguhnya, dari Prosesi Ujian Proposal dan Skripsi

HUMAS– Wajah-wajah sumringah mahasiswa terpancar, pada Minggu, 5 April 2026 di Kampus Ungu Lamaddukelleng. Langkah demi langkah dilalui, demi pencapaian menjadi sarjana, yang pada akhirnya untuk mewujudkan cita-cita mulia, mengabdi untuk bangsa dan negara di segala lini, entah itu di dunia pemerintahan, yudikatif, politik, ekonomi dan bisnis, atau pun dalam bentuk pengabdian lainnya.

Antusiasme mahasiswa Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi (IIHE) Lamaddukelleng, semakin terasa guna mengikuti ujian proposal (penelitian) dan ujian skripsi terasa, penuh asa dan harapan yang sebentar lagi terwujud demi menuntaskan jenjang pendidikan program S1 (sarjana). Untuk ujian proposal, sebanyak 9 orang dari Prodi Manajemen Bisnis Digital, dan Prodi Manajemen sebanyak 14 orang, sementara Prodi Ilmu Hukum, mahasiswa yang mengikuti ujian skripsi sebanyak 15 orang.

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng, Prof. Dr. H. Siardin Andi Djemma, M.Si, bersama Wakil Rektor I, Ismail Ali, S.H., M.H., Ketua Prodi Manajemen, Andi Jamaluddin, S.E., M.Si, dan Ketua Prodi Ilmu Hukum Yustiana, S.H., M.H. yang berlangsung di Aula Sipakatau Lt. II Kampus Ungu Lamaddukelleng.

Setelah mengikuti prosesi ujian proposal dan skripsi, melalui arahan koordinasi dengan masing-masing Ketua Prodi dan Dosen Pembimbing. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut telah melewati tahapan demi tahapan akademik untuk mencapai gelar sarjana.

Sementara itu, setelah mengikuti ujian skripsi, sebanyak 15 mahasiswa Prodi Ilmu Hukum diyudisium. Proses yudisium berjalan khidmat dan penuh nuansa keharuan. Pada kesempatan tersebut, Ketua Prodi Ilmu Hukum Yustiana, S.H., M.H., membacakan hasil ujian skripsi, sementara untuk prosesi yudisium mewakili Rektor Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng, Wakil Rektor I, Ismail Ali, S.H., M.H., meyudisium 15 mahasiswa yang telah menuntaskan ujian skripsinya.

Acara tersebut dipandu oleh Sekretaris LPPM, Martono, S.H., M.H. Untuk penyampaian pesan-pesan kepada para yudisium, berturut-turut dimulai oleh Ketua Prodi Ilmu Hukum, Yustiana, S.H., M.H., Dosen Pembimbing, H. Bustamin Betta, S.H., M.H., dan Wakil Rektor I, Ismail Ali, S.H., M.H.

Dosen Pembimbing, H. Bustamin Betta, S.H., M.H., yang juga merupakan salah satu tokoh di awal-awal berdirinya ‘Kampus Ungu’, mengingatkan tentang pentingnya pengabdian masyarakat. “Ketika itu sebagai birokrat dibawah kepemimpinan Bupati Wajo Prof. Dr. Radi A. Gani, beliau menekankan bahwa laboratorium ilmu yang sesungguhnya ada dalam lingkungan masyarakat. Di masyarakat kita bisa mendapatkan pembelajaran,” ujar H. Bustamin Betta.

Sementara itu Wakil Rektor I, Ismail Ali, S.H., M.H., secara resmi atas nama Pimpinan Perguruan Tinggi, Dosen, Tenaga Pendidik, dan staf administrasi menyampaikan ucapan selamat kepada para yudisium. “Pencapaian saudara hari ini buah dari kerja keras yang tentu saja membutuhkan keberanian, pengorbanan,” ujarnya.

Ditambahkan, apa yang dicapai hari ini bukanlah akhir perjuangan kalian. Bahwa setelah hari ini, jauh lebih membutuhkan keberanian, pengorbanan, yang sudah dinantikan masyarakat untuk menjadi solusi. “Paling tidak, di tempat saudara berkegiatan. Apapun profesi saudara yang digeluti, dari keahlian saudara bisa memberikan manfaat,” tandas akademisi alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini.

Ditambahkan, segenap civitas akademik menyampaikan maaf bila ada yang tidak berkenang selama menjadi mahasiswa, tentu banyak sekali dinamika, ada suka dan duka, kita senantiasa berinteraksi, bila ada khilaf dan salah. “Melalui kesempatan ini, mulai dari dosen, tenaga pendidik, staf administrasi yang kesemuanya sebagai pengganti orang tua saat berada di kampus, suka atau tidak suka saudara menjadi bagian dari Kampus Lamaddukelleng, dan menjadi kewajiban menjaga citra baik kampus kita.”

“Dan yang lebih penting, apa yang saudara capai hari ini, ada peran orang tua yang lebih besar. Upaya yang tulus dan tanpa pamrih. Jadikanlah Kampus Ungu ini menjadi rumah kedua, untuk mengenang masa suka dan duka di kampus ini. Jangan pernah lelah menjadi orang baik. Karena dunia ini membutuhkan kebaikan,” tutup Ismail Ali.(*)

Leave a Reply

Institut Lamaddukelleng @ 2025