header-int

Edukasi strategi membangun dan mengembangkan UMKM sebagai bentuk pengabdian Masyarakat di desa Pasak

Selasa, 03 Jan 2023, 14:52:31 WIB - 215 View
Share
Edukasi strategi membangun dan mengembangkan UMKM sebagai bentuk pengabdian Masyarakat di desa Pasak

Desa Pasaka  (05/8/2022), – Pandemi covid-19 menyebar hampir seluruh dunia, termasuk juga Indonesia. Dampak dari adanya pandemi ini menyebabkan banyak perubahan diberbagai sektor, salah satunya ekonomi. Perekonomian Indonesia yang ditopang oleh UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) mengalami perubahan yang signifikan dari adanya pandemi. Yang erimbas terhadap penurunan pendapatan, kekurangan modal dan bahan baku, distribusi yang terganggu, PHK karyawan, dan daya beli masyarakat yang menurun.


Sehubungan dengan dilaksanakannya kegiatan KKL-P Institut Lamddukelleng posko 1 Desa pasaka  yang mengusung tema “Strategi membangun dan mengembangkan UMKM,  narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Faisal S.E,M.M , Dosen prodi Manajemen dan juga pemilik Handaliza yang merupakan salah satu usaha mikro kecil menengah dikabupaten Wajo   bersama dengan mahasiswa institut Lamaddukelleng prodi Manajemen  melakukan sosialisasi mengenai bagaimana menjalankan UMKM diera digital saat ini.
Kegiatan dilaksanakan di aula kantor desa Pasaka  dan dihadiri oleh warga selaku pegiat UMKM di wilayah tersebut. Dalam sosialisasi tersebut dipaparkan bagaimana memulai suatu usaha sampai akhirnya membangun usaha kecil menengah. Selain itu dijelaskan juga bagaimana strategi yang harus dilakukan suatu UMKM agar mampu bertahan diera digitalisasi saat ini, antara lain melakukan inovasi produk, digital marketing / berjualan dengan cara online, pengembangan E-catalog berbasis web  dalam merespon konsumen.

Warga terlihat antusias dengan adanya sosialisasi UMKM tersebut. Beberapa warga saling bertukar ilmu dan pengalaman mereka dalam menjalankan usaha. Ada yang mengalami kesulitan dalam memasarkan produk, langkanya pembeli, dan juga berkurangnya pendapatan. Dan salah satu UMKM didesa pasaka yang cukup berhasil yaitu kelompok Mawar (usaha penjahit) dan sudah mendapat bantuan dari pemerintah. Dan menjadi best practice bagi kelompok lain  mencoba berbagi strategi pengembanganya.

Dalam menutup sosialisasi narasumber (faisal S.E,M.M) yang juga perna menjadi pendamping UMKM Kabupaten wajo menjelaskan bahwa jumlah UMKM yang ada dikabupaten wajo saat ini berjumlah 13.393   dan masih sangat memerluhkan pembinaan dan perguruan tinggi mempunyai andil dalam mencetak insan-insan yang kreatif dan inovatif untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan usaha mikro kecil menengah menjadi usaha-usaha  yang besar. 
DPL  Posko 1 : A.Yuniarti
 

Lamaddukelleng Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng
© 2024 Kampus Lamaddukelleng Follow STIE Lamaddukelleng dan STIH Lamaddukelleng: Facebook Twitter Linked Youtube